PENYAKIT EPILEPSI

EPILEPSISejak kecil saya sudah mengidap penyakit Epilepsi. Tepatnya kelas 2 SD, Ibu mendapati saya kejang saat tidur, tidak sadarkan diri dan dengan mulut berbusa. Ketika saya sadar, Ibu bertanya apa yang saya rasakan. Saat itu saya hanya merasa pusing dan leher belakang terus kaku. Keesokan harinya Ibu membawa saya periksa ke dokter. Saya periksa dan menjalani test pemeriksaan EEG. Ternyata dokter menyatakan diagnosa epilepsi kepada saya. Saya harus minum obat-obatan dari dokter secara rutin dan kontrol dokter setiap bulan. Mungkin saat itu saya belum paham apa yang terjadi dengan diri saya.

Saya hanya tahu dari ibu bahwa saya tidak boleh terlalu lelah secara fisik dan psikis. Semua berlangsung dengan rutinitas yang sama. Setiap hari harus minum obat 3x sehari. Saat saya lupa, minum obat dan fisik sedang lelah, pasti epilepsi saya langsung kambuh. Saya sudah merasa bosan dan malu dengan penyakit saya. Selama kurang 13 tahun mium obat, tetapi sama sekali tidak ada hasilnya.

Sampai akhirnya saya diperkenalkan produk K-Link oleh ibu saya. Awalnya saya tidak percaya karena mungkin sudah pesimis dengan kondisi penyakit saya. Tetapi ibi tetap bersikeras menyuruh saya rutin mengkonsumsi K-OmegaSqua dan K-Liquid Chlorophyll. Saya mengkonsumsi produk ini sudah 2 bulan. Dan obat dokter yang dulu saya konsumsi,
mulai tidak saya minum lagi dan saya tidak pernah kambuh lagi sekarang. Saya merasa lebih sehat cerdas dan ini terbukti saya mulai mudah menghadapi ujian skripsi dengan nilai 3,59. Selain itu, keluhan pusing, anemia, menstruasi, tekanan darah semua jadi normal dan sahat. ( Dhita Nur wahyuningsih, Solo )

January 10th, 2008 | by Admin |

Post a Comment